<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Penganyam Kata Perjuangan</title>
	<atom:link href="http://penganyamkata.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://penganyamkata.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 10 Nov 2011 16:32:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='penganyamkata.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ed52bd92ffc5bc959db8c0c3483bf424?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Penganyam Kata Perjuangan</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://penganyamkata.wordpress.com/osd.xml" title="Penganyam Kata Perjuangan" />
	<atom:link rel='hub' href='http://penganyamkata.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Jangan [Pernah] Menyerah</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/12/30/jangan-pernah-menyerah/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/12/30/jangan-pernah-menyerah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 15:39:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1416</guid>
		<description><![CDATA[Aku paling jarang memperhatikan band-band terbaru belakangan ini. Bukan tak punya perhatian pada musik. Sebaliknya, justru karena aku begitu perhatian: mana saja band-band yang menurutku bagus atau tak sedap untuk dikonsumsi. Lagi-lagi ini soal selera. Tentu sulit diukur parameternya. Sesuatu &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/12/30/jangan-pernah-menyerah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1416&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku paling jarang memperhatikan band-band terbaru belakangan ini. Bukan tak punya perhatian pada musik. Sebaliknya, justru karena aku begitu perhatian: mana saja band-band yang menurutku bagus atau tak sedap untuk dikonsumsi.</p>
<p>Lagi-lagi ini soal selera. Tentu sulit diukur parameternya. Sesuatu yang orang lain suka belum tentu kita gemari toh. Pun sebaliknya. Maka adalah merupakan hakku juga jika merasa beberapa band baru belakangan ini lagu-lagunya kurang begitu bisa kukonsumsi.</p>
<p>Ada band yang lagunya sama sekali tak enak didengar, musiknya terlampau mentah, liriknya terasa hambar, aransemennya kering, dan suara vokalisnya terdengar pas-pasan. Namun herannya band-band yang tak kusukai itu justru yang banyak digemari, dielu-elukan, merajai tanggal lagu, serta laku sebagai RBT (<em>Ring Back Tone</em>). Ya, lagi-lagi ini soal selera. Tapi apa boleh buat, tak ada band baru yang betul-betul bisa menarik perhatianku.</p>
<p>Tapi di suatu hari yang panas di kota Jakarta, tiba-tiba aku terhenyak ketika dari <em>tape</em> mobil mengalun sebuah lagu ringan, tak bermuatan musik yang pelik, namun justru memiliki kekautan lirik yang bernas. Aku terkesima dengan kalimat-kalimatnya. Mampu menyentuh secara emosional. Aku pun jadi <em>ngungun</em> sendiri saat menikmatinya.</p>
<p>Setelah tanya sana-sani, baru kuketahui judul lagu serta band yang membawakan tembang tersebut. Apalagi setelah melongok video klip-nya, band ini kunilai boleh juga untuk diperhitungkan. Ya, jangan menyerah! Sederhana saja liriknya. Musiknya ringan. Tapi kunilai punya kekuatan. Patut didengar di saat-saat yang tepat dan dibutuhkan.</p>
<p><span id="more-1416"></span><span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/mTp-OxfkCao?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span></p>
<p><strong>d’Masiv | Jangan Menyerah</strong></p>
<p>tak ada manusia<br />
yang terlahir sempurna<br />
jangan kau sesali<br />
segala yang telah terjadi<br />
kita pasti pernah<br />
dapatkan cobaan yang berat<br />
seakan hidup ini<br />
tak ada artinya lagi</p>
<p>syukuri apa yang ada<br />
hidup adalah anugerah<br />
tetap jalani hidup ini<br />
melakukan yang terbaik</p>
<p>Tuhan pasti kan menunjukkan<br />
kebesaran dan kuasanya<br />
bagi hambanya yang sabar<br />
dan tak kenal putus asa</p>
<br />Posted in Laras  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1416&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/12/30/jangan-pernah-menyerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengejar Matahari</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/12/30/mengejar-matahari/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/12/30/mengejar-matahari/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 03:41:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1412</guid>
		<description><![CDATA[Ari Lasso &#124; Mengejar Matahari di sini ada satu kisah cerita tentang anak manusia menantang hidup bersama mencoba menggali makna cinta tetes air mata… mengalir di sela derai tawa selamanya kita… tak akan berhenti mengejar matahari tajamnya pisau tak ‘kan &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/12/30/mengejar-matahari/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1412&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/cxrjuZEnwOc?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><span id="more-1412"></span></p>
<p><strong>Ari Lasso | Mengejar Matahari</strong></p>
<p>di sini ada satu kisah<br />
cerita tentang anak manusia<br />
menantang hidup bersama<br />
mencoba menggali makna cinta</p>
<p>tetes air mata… mengalir di sela derai tawa<br />
selamanya kita… tak akan berhenti mengejar matahari</p>
<p>tajamnya pisau tak ‘kan sanggup<br />
koyakkan cinta antara kita<br />
menembus ruang dan waktu<br />
menyatu di dalam jiwaku</p>
<p>tetes air mata… mengalir di sela derai tawa<br />
selamanya kita… tak akan berhenti mengejar<br />
terus mengejar… matahari</p>
<br />Posted in Laras  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1412&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/12/30/mengejar-matahari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Who Then Can Warm My Soul?</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/11/30/who-then-can-warm-my-soul/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/11/30/who-then-can-warm-my-soul/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Nov 2009 20:42:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1371</guid>
		<description><![CDATA[Enya &#124; Exile Cold as the northern winds in December mornings, Cold is the cry that rings from this far distand shore. Winter has come too late too close beside me. How can I chase away all these fears deep &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/11/30/who-then-can-warm-my-soul/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1371&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<span class='embed-youtube' style='text-align:center; display: block;'><iframe class='youtube-player' type='text/html' width='500' height='312' src='http://www.youtube.com/embed/02Lsgl2qCNY?version=3&amp;rel=1&amp;fs=1&amp;showsearch=0&amp;showinfo=1&amp;iv_load_policy=1&amp;wmode=transparent' frameborder='0'></iframe></span>
<p><span id="more-1371"></span><strong>Enya | Exile</strong></p>
<p>Cold as the northern winds<br />
in December mornings,<br />
Cold is the cry that rings<br />
from this far distand shore.</p>
<p>Winter has come too late<br />
too close beside me.<br />
How can I chase away<br />
all these fears deep inside?</p>
<p>I&#8217;ll wait the signs to come.<br />
I&#8217;ll find a way<br />
I will wait the time to come.<br />
I&#8217;ll find a way home.</p>
<p>My light shall be the moon<br />
and my path &#8211; the ocean.<br />
My guide the morning star<br />
as I sail home to you.</p>
<p>I&#8217;ll wait the signs to come.<br />
I&#8217;ll find a way.<br />
I will wait the time to come.<br />
I&#8217;ll find a way home.</p>
<p>Who then can warm my soul?<br />
Who can quell my passion?<br />
Out of these dreams &#8211; a boat<br />
I will sail home to you.</p>
<p>30 November 2009 | 03.42 wib</p>
<br />Posted in Laras  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1371/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1371/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1371/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1371&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/11/30/who-then-can-warm-my-soul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Epitaph, Sebuah Novel</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/11/27/epitaph-sebuah-novel/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/11/27/epitaph-sebuah-novel/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Nov 2009 07:41:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1362</guid>
		<description><![CDATA[Epitaph adalah novel bagian pertama dari The Epitaph Trilogy (Epitaph, Epigraf, dan Epilog). Pernah dimuat secara bersambung di danielmahendra.com mulai 16 Mei 2008 s/d 8 Agustus 2008 sebanyak 45 postingan. Awalnya berupa cerita pendek berjudul Peristirahatan Abadi yang dimuat di &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/11/27/epitaph-sebuah-novel/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1362&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Epitaph</em> adalah novel bagian pertama dari <em>The Epitaph Trilogy</em> (Epitaph, Epigraf, dan Epilog). Pernah dimuat secara bersambung di danielmahendra.com mulai 16 Mei 2008 s/d 8 Agustus 2008 sebanyak 45 postingan.</p>
<p>Awalnya berupa cerita pendek berjudul <em>Peristirahatan Abadi</em> yang dimuat di majalah <em>Suara Mahasiswa</em> pada sekira September 1996. Lalu dimasukkan ke dalam buku kumpulan cerpen <em>Selamat Datang di Pengadilan</em> dengan judul <em>Epitaph</em> pada September 2001. Pada Desember 2006 dikembangkan lagi dan rampung sebagai naskah novel. Memerlukan waktu hingga sepuluh tahun sejak 1996 hingga 2006 untuk bisa menjadi novel seperti yang pernah dimuat di blog danielmahendra.com. Namun pada proses penulisannya hanya membutuhkan waktu tak lebih dari 30 hari.</p>
<p>Lalu pada Juli 2009 naskah <em>Epitaph</em> ditulis ulang serta diperluas kembali agar lengkap sebagai naskah novel yang siap terbit: Desember 2009.</p>
<p style="text-align:left;">Salam,<br />
D.M.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/11/epitaph-paling-oke-3.jpg?w=450&#038;h=237" alt="" width="450" height="237" /></p>
<p><span id="more-1362"></span></p>
<p>Tragis! Memainkan emosi pembaca. Membuat kita mereka-reka: mana fiksi dan mana fakta.<br />
<strong>Gerson Poyk</strong><em>, Sastrawan dan Wartawan Senior.</em></p>
<p>Hidup terdiri dari banyak kisah. Anggapan hidup adalah realitas jadi bias, karena setiap hari terhampar di hadapan kita kisah-kisah manusia luar biasa yang seolah fiksi, mampu menerobos batas akal manusia. Seperti halnya “Epitaph”; menyodorkan antara realitas dan fiksi. Membaca &#8220;Epitaph&#8221; kita bertanya-tanya, apakah ini berdasarkan realitas ataukah fiksi. Bahkan di akhir cerita, justru kita memiliki fantasi sendiri, jangan-jangan tulisan di batu nisan itu adalah diri kita!<br />
<strong>Gola Gong</strong><em>, Pemimpin Redaksi www.rumahdunia.net, pengarang.</em></p>
<p>Epitaph adalah novel yang mengemas dunia jurnalistik dan film, ditulis dengan semangat menggabungkan antara suspens dan romantik. Sedap.<br />
<strong>Kurnia Effendi</strong><em>, Penulis memoar Hee Ah Lee, The Four Fingered Pianist.</em></p>
<p>Mengalir dengan kisah dan data yang cukup kuat. Novel Epitaph menyajikan kisah berbingkai dan pecahan alur yang indah di tiap babnya untuk membangun utuh fenomena yang lebih pelik; hegemoni negara.</p>
<p>Semata-mata bukan buruknya sistem penerbangan kita, bukan juga lembaga pemerintahan yang mendistorsi kenyataan demi tujuan bersifat material, novel bagian awal dari trilogi ini secara “cair” mengisahkan problem yang lebih rumit bila dijelaskan dengan fakta oleh para ilmuwan, jurnalis atau pun politisi.<br />
<strong>Sihar Ramses Simatupang</strong><em>, Redaktur Budaya Harian Sinar Harapan dan finalis 10 besar Khatulistiwa Literary Award tahun 2009 untuk kategori prosa.</em></p>
<p>Epitaph mengolah tema cinta dengan gaya ungkap yang menarik untuk direnungkan. Ada banyak pertanyaan filosofis yang diselipkan dalam benak para tokohnya, yang membuat kita bertanya-tanya dengan sesungguh hati, misal apa itu cinta dan dicintai, atau apa itu cinta dan mencintai? Epitaph tidak hanya bercerita atau berkisah lewat tokoh-tokoh yang dihidupkannya, akan tetapi juga ia tengah menggugat kesadaran kita agar kembali memahami dengan sesungguh hati tentang apa itu cinta dan dicintai dalam pengertian seluas-luasnya.<br />
<strong>Soni Farid Maulana</strong><em>, Redaktur Senior Harian Pikiran Rakyat dan finalis 5 besar Khatulistiwa Literary Award tahun 2006, tahun 2007, dan finalis 10 besar tahun 2009 untuk kategori puisi.</em></p>
<br />Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1362/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1362/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1362/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1362&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/11/27/epitaph-sebuah-novel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/11/epitaph-paling-oke-3.jpg?w=500" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Naik Becak Bermotor</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/02/jangan-naik-becak-bermotor/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/02/jangan-naik-becak-bermotor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 16:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1153</guid>
		<description><![CDATA[Jangan (Lagi-lagi jangan. Kayak zaman Orde Jangan saja!). Baiklah. Jangan terlampau terprovokasi dengan judul di atas. Tulisan ini hanya untuk mengolok-olok diriku sendiri atas pengalaman dua kali naik becak bermotor di kota Jogja, dan dua kali pula dibohongi. Begini ceritanya. &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/02/jangan-naik-becak-bermotor/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1153&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-full wp-image-1154 alignleft" title="becak1" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/07/becak1.jpg?w=240&#038;h=326" alt="becak1" width="240" height="326" /></p>
<p>Jangan (Lagi-lagi jangan. Kayak zaman Orde Jangan saja!). Baiklah. Jangan terlampau terprovokasi dengan judul di atas. Tulisan ini hanya untuk mengolok-olok diriku sendiri atas pengalaman dua kali naik becak bermotor di kota Jogja, dan dua kali pula dibohongi. Begini ceritanya.</p>
<p>Di suatu siang yang panas, aku ingin sekali makan gudeg asli khas Jogja. Supaya tambah romantis, becak pun jadi pilihanku (di Bandung mana bisa naik becak). Setelah tawar-menawar harga, si tukang becak menyodorkan ongkos Rp10 ribu untuk jarak ke Jalan Wijilan. Rasanya itu harga yang pantas. Aku pun loncat ke atas becak. Aku tak mengira, rupanya becaknya becak bermotor. Baiklah.</p>
<p>Tak berapa lama sampailah di Jalan Wijilan. Begitu menyodorkan selembar Rp10 ribu, si tukang becak memprotes:<br />
“Lima belas ribu, Mas.”<br />
“Lho, tadi kan kesepakatannya sepuluh ribu, Pak?”<br />
“Iya. Tapi kalau naik taksi aja berapa, Mas!” jawabnya tak ramah.</p>
<p>Mendapat jawaban seperti itu aku jadi kesal. Bukan kesal karena uang 5 ribu perak. Tapi lebih pada kesepakatan awal: ia telah melanggar perjanjian. Daripada ribut soal selembar uang lima ribu, akhirnya aku mengalah. Tapi dalam hati kejadian itu sedikit mengganggu pikiranku. Itu tak baik bagi kota wisata seperti Jogja.</p>
<p><span id="more-1153"></span>Memang, perwujudanku sangat mudah dikenali sebagai pendatang dengan ransel di punggung. Tapi justru di situlah persoalannya. Orang tidak bisa memainkan harga begitu saja hanya karena melihat tamu yang sedang berkunjung ke kota Jogja. Apalagi Jogja kota wisata. Setiap hari selalu ada <em>traveler-traveler</em> nyasar macam aku.</p>
<p>Naik taksi memang lebih cepat dan sejuk. Tapi aku sengaja naik becak karena memang tidak sedang mengejar waktu. Dan lagi aku ingin menikmati jalan kota Jogja dengan tenang dan santai. Maka becaklah pilihanku. Memang hal sepele. Tapi bagaimana wajah kota Jogja kalau tukang becaknya bisa seenaknya keluar dari perjanjian yang telah disepakati…</p>
<p>Aku tak ingin jadi orang pendendam. Tapi tukang becak yang satu itu rasanya perlu diberi sedikit “pelajaran”. Hehehe. Akhirnya, untuk satu keperluan pemesanan tiket (juga tidak buru-buru), aku kembali melewati tempat nangkring tukang becak yang kemarin sudah “membohongiku”.</p>
<p>Aku minta diantar ke Stasiun Tugu. Seorang tukang becak menyarankan aku untuk naik becak (plus tukang becak) yang kemarin mengantarkan aku ke Jalan Wijilan. Karena mungkin itu gilirannya. Begitu melihat wajahku, si tukang becak yang dimaksud tampak terkesiap. Serta merta aku berkata:</p>
<p>“Siapa yang mengantar? Becaknya bermotor nggak? Kalau iya aku nggak mau.”<br />
“Tapi ini giliran dia, Mas.” sahut tukang becak yang menawari aku.<br />
“Kalau gitu aku nggak mau.”<br />
“Ya sudah saya saja.”<br />
“Ke Stasiun Tugu berapa?”<br />
“Sepuluh ribu aja, Mas.”<br />
“Yakin sepuluh ribu ya? Nggak berubah?”<br />
“Yakin, Mas.”<br />
Dan aku loncat ke dalam becak dengan perasaan menang.</p>
<p>Andai si tukang becak yang kemarin mengantarkan aku tidak membohongi aku, aku akan dengan senang hati naik becak bermotornya dan menambahi barang dua lembar seribuan untuk sekadar uang tambahan. Tapi karena sekali lancung dalam ujian, apa boleh buat, rezeki orang memang sudah ada yang mengatur.</p>
<p>Malam berikutnya aku ada janji bertemu dengan <a href="http://surauinyiak.wordpress.com/" target="_blank">Uda Vizon</a>, <a href="http://ladangkata.com/" target="_blank">Lisa</a>, dan <a href="http://yainal.web.id/" target="_blank">Yainal</a> di Alun Alun Kidul. Hendak ngobrol-ngobrol santai sembari menikmati suasana malam kota Jogja ditemani wedhang jahe atau seruputan kopi.</p>
<p>Karena hari yang padat, aku mandi dan terburu-buru keluar penginapan. Taksi tak lewat-lewat. Tiba-tiba dari arah samping muncul tukang becak bermotor. Ia menawarkan jasa. Ongkos kami sepakati sebesar 15 ribu perak. Aku pun loncat ke dalam.</p>
<p>Setelah meliuk-liuk, aku diturunkan (awalnya aku tidak tahu diturunkan di mana) di bagian belakang halaman Keraton (dekat Tamansari).</p>
<p>“Lho, mana alun-alunnya?” tanyaku heran.<br />
“Becak nggak boleh lewat situ, Mas.” (Maksudnya tidak boleh melintasi halaman belakang Keraton. Ya iyalah!).<br />
“Jadi?”<br />
“Mas masuk gerbang situ, jalan sebentar, terus keluar gerbang satu lagi, dari situ bisa naik becak lagi ke Alun-Alun Kidul.”</p>
<p>Mendengar penuturannya aku sudah mengumpat: Semprul! Aku dibohongi lagi! Ini sih bukan Alun Alun Kidul, Dodol! semburku dalam hati masygul. Apa karena aku menggendong ransel, jadi tukang becak bisa seenaknya mempermainkan penumpang yang tampak layaknya tamu seperti aku?</p>
<p>Tentu ini tidak <em>fair</em>. Lagi-lagi bukan soal uang, tapi soal melayani penumpang dengan jujur. Ia tidak bekerja dengan hati. Ia menurunkan penumpang seenaknya dengan berbagai alasan. Oke, aku memang tidak hapal seluk beluk kota Jogja seratus persen. Namanya juga tamu. Tapi apa iya bisa diperlakukan seperti itu. Bukan soal akunya, tapi pelayanan transportasi semacam itu memiliki kontribusi dalam membentuk wajah kota juga bukan?</p>
<p>Yang lebih menggelikan kalau melintas trotoar Jalan Malioboro, selalu saja para tukang becak menawari jasanya dengan berkata: “Lima ribu, Mas. Puter-puter. Keraton, Dagadu. Hanya lima ribu. Ayo!”</p>
<p>Aih, yang benar saja…</p>
<p>Meksi demikian aku tak pernah kapok naik becak di Jogja. Mau bagaimana, romantis sih… <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><em>saya mau tamasya, keliling-keliling kota<br />
hendak melihat-lihat, keramaian yang ada<br />
saya panggilkan becak, kereta tak berkuda<br />
becak, becak, coba bawa saya</em></p>
<p>Jogjakarta, 24 Juni 2009 | 01.25 wib</p>
<p>Foto: DM<br />
Model: Riku Miyashita<br />
Lokasi: Stasiun Tugu, Jogjakarta, April 2009</p>
<br />Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1153&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/02/jangan-naik-becak-bermotor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/07/becak1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">becak1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>The Moon Is Walking</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/01/the-moon-is-walking/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/01/the-moon-is-walking/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Jul 2009 00:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1134</guid>
		<description><![CDATA[Cukup lama aku baru bisa merawikan perasaanku atas meninggalkanya Michael Jackson dalam bentuk tulisan. Pentingkah? Mungkin tidak bagi banyak orang, tapi namanya juga blog, aku berhak menuliskan apa yang ingin kutuliskan bukan… Sulit. Sangat sulit menerima kenyataan bahwa MJ telah &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/01/the-moon-is-walking/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1134&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cukup lama aku baru bisa merawikan perasaanku atas meninggalkanya Michael Jackson dalam bentuk tulisan. Pentingkah? Mungkin tidak bagi banyak orang, tapi namanya juga blog, aku berhak menuliskan apa yang ingin kutuliskan bukan…</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1135" title="childhood" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/07/childhood.jpg?w=463&#038;h=340" alt="childhood" width="463" height="340" /><br />
Sulit. Sangat sulit menerima kenyataan bahwa MJ telah meninggal. Apalagi kala kali pertama mendengar berita tersebut. Malam itu (seperti biasa) aku tertidur di depan laptop yang masih menyala di sebuah hotel di Jogjakarta. Pagi-pagi betul aku terbangun dan melihat di <em>list</em> YM hanya satu orang teman yang sedang <em>online</em>. Di sana ia menulis sebuah status: <em>MJ died?</em> Awalnya aku belum kaget. Tapi sudah bisa ditebak: aku langsung membuka berbagai situs berita internasional. Terutama CNN. Dari banyak situs berita yang memuat hal tersebut, aku jadi yakin: Michael Jackson betul telah meninggal dunia.</p>
<p>Bagaimana perasaanku? Sulit untuk menggambarkannya. Pilu, sedih, nestapa, gulana, dengan mata berkaca-kaca? Entahlah. Sudah sejak saat itu aku mendapatkan begitu banyak SMS, telpon, dan email ucapan duka cita dari berbagai teman dan sahabat. Seolah mereka tahu perasaanku. Mulai dari teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman sepermainan, mantan pacar, keluarga, dan berbagai handai taulan. Semua seolah tahu: ada relasi nilai antara diriku dan MJ.</p>
<p><span id="more-1134"></span></p>
<p>Sebegitu pentingkah arti seorang Michael Jackson bagi diriku? Jawabnya adalah penting. Karena dia lah orang yang menemaniku sejak aku SD hingga sebesar ini. Lewat lagu-lagunya, lewat liriknya, lewat musiknya, lewat tariannya, lewat kisah hidupnya, semua memiliki relasi nilai terhadap jalan hidupku. Apa mau dikata, lebih dari 25 tahun aku mengenal MJ.</p>
<p>Sejak SD aku menyukai MJ. MJ di tahun 80-an adalah hero. Maka menjadikannya sebagai idola adalah juga mengikuti trend musik itu sendiri. Nyaris apa pun yang berhubungan dengan MJ kudokumentasi. Kliping koran, kliping majalah, poster, kaset, CD, VCD, DVD, Video Beta, MP3, buku, bahkan sampai kumpulan download internet.</p>
<p>Tapi dunia berkembang. Manusia juga berubah. Sejalan dengan waktu, mengakui mengidolakan MJ adalah sebuah hal yang menggelikan bagi banyak orang. Paling tidak itu yang kurasakan. Seringkali aku ditertawakan atau merasa terintimidasi kalau ketahuan menyukai MJ. Padahal kesukaanku pada MJ sama sekali tidak mengganggui hak-hak individu orang lain.</p>
<p>Ada banyak argumen mengapa aku menyukai MJ. Dan semua itu berhubungan dengan relasi nilai antara diriku dengan MJ itu sendiri. Baik musiknya maupun kehidupan pribadinya. Yang kesemua itu dipandang dengan tatapan iba di mata banyak teman. Hingga akhirnya, dengan diam-diam aku menikmati MJ secara diam-diam pula.</p>
<p>Namun apa boleh buat, apa yang ia suguhkan seolah dapat mengakomodasi apa yang kubutuhkan. Terutama soal perasaan. Sulit. Sangat sulit menjelaskan bagaimana seorang MJ dapat mengakomodir diriku dengan apa yang ia tampilkan. Tak banyak, bahkan nyaris tak ada orang yang betul-betul dapat memahami mengapa aku memiliki keterikatan terhadap MJ. Tentu yang bisa tahu adalah orang yang bisa memahami MJ itu sendiri.</p>
<p>MJ di mata orang lain bisa jadi hanya sekadar penyanyi pop. Dan itu adalah wajar. Tapi tidak bagiku. MJ bukan sekadar seorang penyanyi. Ia bukan semata seorang idola. Jangakauanku terhadap MJ sudah melampaui tahapan itu tanpa aku harus mengkultuskan dirinya menjadi seolah seorang nabi. Sosok MJ bagiku telah melebihi sebutan-sebutan yang umum dilekatkan orang pada dirinya. MJ adalah sikap. MJ juga adalah suatu kepribadian bagi diriku.</p>
<p>Maka ketika mendapati kenyataan bahwa MJ meninggal dunia, jujur saja, aku kerap masih belum bisa percaya begitu saja bahwa sosok itu telah pergi. Sosok yang di mata banyak orang begitu penuh kontroversi itu. Tapi bukankah ini dunia, bukan surga. Segalanya bisa saja terjadi di atas bumi ini. Sebagaimana kematian merenggut Elvis Presley, John Lennon, atau Freddie Mercury. Meski demikian, musik tetap terus dimainkan.</p>
<p>Hidup tetap terus berlangsung. Ada begitu banyak kematian di sekitar kita. Bagaimana pun kapasitasnya. Memang, adalah sulit bagi penyanyi lain di dunia ini bisa melampaui apa yang telah dicapai MJ. Namun demikian, Michael Jackson tetaplah manusia biasa. Tetap seorang anak ketujuh dari sembilan bersaudara pasangan Katherine Esther Jackson dan Joseph Walter Jackson yang dilahirkan di Gary, Indiana, pada 29 Agustus 50 tahun lalu.</p>
<p>Ia telah menorehkan sejarah, tidak saja bagi keluarga Jackson, tapi juga bagi sejarah musik dunia. Ia yang memutuskan bersolo karir lepas dari saudara-saudaranya dalam The Jacksons. Ia yang melabrak pakem lama bahwa penyanyi kulit hitam tak bisa masuk MTV. Ia yang bisa membuat media internasional mengemis meminta wawancara dengannya ketika kebanyakan media saat itu selalu menganak emaskan penyanyi kulit putih untuk tampil di sampul depan. Ia yang mendapatkan ratusan penghargaan internasional. Ia yang berhasil menjual album paling laris di dunia sepanjang masa. Ia yang dapat membuat musik tak hanya sedap didengar, tapi juga dirasakan.</p>
<p>Lepas dari itu semua, Michael Jackson tetaplah manusia biasa. Ia punya sekeranjang kekurangan, kemalangan, kemurungan hidup, duka nestapa, serta segepok penderitaan sebagai bayaran yang sangat mahal atas kesuksesannya. Orang selalu menyangka MJ memiliki segalanya. Padahal ia sama halnya dengan manusia lainnya. Ia justru sangat menderita hingga harus berkata: <em>sesungguhnya menjadi diriku teramat sangat memedihkan</em>.</p>
<p>Sulit dipungkiri, meninggalnya MJ membuat semesta menundukkan kepala atas kepergiannya. Media sibuk. Google kelabakan. Dan dunia musik menangis tersedu-sedu. Tapi inilah hidup. Kata-katanya dalam lirik lagu <em>Heal The World</em> takkan hilang begitu saja. Sebagaimana tokoh besar lainnya yang pernah hidup dan menginspirasi banyak orang di dunia ini.</p>
<p>Selamat jalan, Mike. Aku beruntung hidup di abad di mana kau ada di dalamnya…</p>
<p><strong>Michael Joseph Jackson<br />
29 Agustus 1958 &#8211; 25 Juni 2009</strong></p>
<p><strong><img class="alignnone size-medium wp-image-1137" title="Michael" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/07/michael1.jpg?w=243&#038;h=189" alt="Michael" width="243" height="189" /></strong></p>
<p><em>we’ve been together<br />
for such a long time now<br />
music, music and me<br />
don’t care whether all our songs rhyme now<br />
music, music and me</p>
<p>only know wherever I go<br />
we’re as close as two friends can be<br />
there have been others<br />
but never two lovers<br />
like music, music and me</p>
<p>grab a song and come along<br />
you can sing your melody<br />
in your mind you will find<br />
a world of sweet harmony<br />
birds of a feather<br />
we’ll fly together<br />
now music, music and me<br />
music and me</em></p>
<p>(Michael Jakcson &#8211; Music and Me)</p>
<br />Posted in Opini  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1134&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/07/01/the-moon-is-walking/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/07/childhood.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">childhood</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/07/michael1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Michael</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gone Too Soon</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/26/gone-too-soon/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/26/gone-too-soon/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2009 00:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Laras]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1105</guid>
		<description><![CDATA[Like a comet Blazing &#8216;cross the evening sky Gone too soon Like a rainbow Fading in the twinkling of an eye Gone too soon Shiny and sparkly And splendidly bright Here one day Gone one night Like the loss of &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/26/gone-too-soon/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1105&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="size-full wp-image-1113 aligncenter" title="gonetoosoon03" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/gonetoosoon031.jpg?w=400&#038;h=272" alt="gonetoosoon03" width="400" height="272" /></p>
<p>Like a comet<br />
Blazing &#8216;cross the evening sky<br />
Gone too soon</p>
<p>Like a rainbow<br />
Fading in the twinkling of an eye<br />
Gone too soon</p>
<p>Shiny and sparkly<br />
And splendidly bright<br />
Here one day<br />
Gone one night</p>
<p>Like the loss of sunlight<br />
On a cloudy afternoon<br />
Gone too soon</p>
<p>Like a castle<br />
Built upon a sandy beach<br />
Gone too soon</p>
<p>Like a perfect flower<br />
That is just beyond your reach<br />
Gone too Soon</p>
<p>Born to amuse, to inspire, to delight<br />
Here one day<br />
Gone one night</p>
<p>Like a sunset<br />
Dying with the rising of the moon<br />
Gone too soon<br />
Gone too soon</p>
<p><span id="more-1105"></span></p>
<p><strong>29 Agustus 1958 &#8211; 25 Juni 2009</strong></p>
<br />Posted in Laras  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1105&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/26/gone-too-soon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/gonetoosoon031.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gonetoosoon03</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuan: Gerbang Tol</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/17/tujuan-gerbang-tol/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/17/tujuan-gerbang-tol/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2009 23:28:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekawicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1073</guid>
		<description><![CDATA[Selepas menggamit kartu dari petugas gerbang tol tempat asal, satu demi satu mobil berpacu menggerus aspal jalan sepanjang ratusan kilometer. Melesat bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya. Memburu bagaikan peluru yang mencelat dari senapan. Bergerak seperti petualang yang tak &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/17/tujuan-gerbang-tol/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1073&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1076" title="highway" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/highway2.jpg?w=499&#038;h=321" alt="highway" width="499" height="321" /></p>
<p>Selepas menggamit kartu dari petugas gerbang tol tempat asal, satu demi satu mobil berpacu menggerus aspal jalan sepanjang ratusan kilometer. Melesat bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya. Memburu bagaikan peluru yang mencelat dari senapan. Bergerak seperti petualang yang tak pernah berlama-lama diam di satu tempat.</p>
<p>Si Innova meliuk-liuk pindah jalur. Ke kanan dan ke kiri. Kadang ia melewati truk yang mengaum berat. Salipannya seolah mengejek bahwa ia lebih lincah dari si truk bermuatan penat. Sementara si Terios melawan angin. Kecepatannya tak terduga. Tampaknya pengemudinya seorang pemuda gesit. Ia tak mau kalah dengan si Innova.</p>
<p>Baleno menderu pelan. Ia tenang seperti anak gadis tertikam cinta. Anggun namun juga cekatan. Di belakangnya tampak Ford Escape mengaum. Sudah sejak tadi si Ford hendak melibas si Baleno. Namun belum juga berhasil. Di sampingnya malah bis besar sedang medengekur pelan.</p>
<p><span id="more-1073"></span>Tiba-tiba dari arah kanan sebuah BMW seri 7 dengan cepat berpindah jalur. Ia masuk jalur kiri, untuk seterusnya menembus bahu jalan. Ini memang tak disaranakan. Tapi kecepatan mobil Jerman itu tak tertandingi. Ia bisa dengan cepat berpindah dan masuk kembali ke jalur kiri. Tubuhnya memang tangguh dan seksi. Orang-orang terpana atas kelincahannya.</p>
<p>Tak berapa lama dari si BMW, rupanya sebuah Mercy hitam nyaris bersirobok di tengah-tengah hamparan. Speedometernya yang cantik sudah memunculkan gambar tengkorak, tanda: awas, hati-hati, Bung! Tapi lagi-lagi stabilitas  mobil Jerman itu memang patut diandalkan. Tubuhnya tak goyang apalagi bergetar. Pengemudinya lihai benar.</p>
<p>Kilometer demi kilometer dilibas dan dilalui. Sawah, pegunungan, sungai, dan perumahan dilewati. Semua untuk satu tujuan: gerbang tol. Tak ada yang bisa keluar tanpa melewati gerbang tol. Kemana pun arah yang hendak dituju, gerbang tol jua yang mesti dilalui. Mengembalikan tiket, serta membayar biaya perjalanan.</p>
<p>Begitulah hidup di dunia. Ada yang naik bis, ada yang naik travel, ada yang mengemudi truk, ada yang mengendarai sedan cantik, ada yang mengemudikan MPV tangguh, tujuannya tetap satu: gerbang tol. Kita bisa berbeda dengan orang lain. Mungkin kecepatannya, mungkin kebandelan mesinnya, mungkin body-nya yang seksi, mungkin aksesorinya yang mulus, tetap saja tujuannya sama: gerbang tol.</p>
<p>Kita bisa berhenti di kilometer sekian. Istirah sejenak, lari ke toilet, menyeruput kopi, menyulut rokok, mengisi bahan bakar, namun untuk kemudian kembali pergi melanjutkan perjalanan. Kita bisa keluar sebentar di pintu tertentu, mampir ke sebuah tempat, tapi tujuan kita tetap tak berubah. Tak jarang ada pula yang mengalami kerusakan ban, ngadat mesin, atau tabrakan. Namun semua tak mengubah tujuan semula: gerbang tol.</p>
<p>Tak dipungkiri, ada juga yang belum lagi tahu mesti keluar di pintu tol mana. Ia terus berjalan dan berjalan saja. Tak peduli arah yang sedang ia tempuh. Meski ia tahu, di pintu mana pun ia keluar, tetap gerbang tol juga yang harus ia lewati.</p>
<p>Begitulah hidup. Apa pun kendaraan yang kita gunakan, berapa pun kecepatan yang bisa kita pacu, secantik atau segesit apa pun jalan kita, tetap gerbang tol jua tujuan kita. Ada yang lebih cepat sampai, ada yang tenang-tenang di jalanan, ada yang terseok-seok menempuh perjalanan. Namun dari kesemuanya: tujuannya tetap sama.</p>
<p>Kemana tujuan hidup kita sebenarnya?</p>
<p>Jakarta, 17 Juni 2009 | 00.10 wib</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://americatsures.files.wordpress.com/2009/03/americatsures_the-highway.jpg" target="_blank">Highway</a></p>
<br />Posted in Ekawicara  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1073/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1073/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1073/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1073&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/17/tujuan-gerbang-tol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/highway2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">highway</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>I Think I’m In Love</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/09/i-think-i%e2%80%99m-in-love/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/09/i-think-i%e2%80%99m-in-love/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 19:57:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=1023</guid>
		<description><![CDATA[Aku rasa aku sedang jatuh cinta. Penting kah? Mungkin tidak untuk kalian. Tapi bisa jadi hal yang sangat berarti bagiku. Ya. Paling tidak ini yang kurasakan saat ini: kembali jatuh cinta! Rasanya? Weh, pasti kalian pun pernah mengalaminya bukan… Makin &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/09/i-think-i%e2%80%99m-in-love/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1023&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="size-medium wp-image-1029 alignleft" title="love" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/love.gif?w=240&#038;h=226" alt="love" width="240" height="226" /></p>
<p style="text-align:right;">Aku rasa aku sedang jatuh cinta. Penting kah? Mungkin tidak untuk kalian. Tapi bisa jadi hal yang sangat berarti bagiku. Ya. Paling tidak ini yang kurasakan saat ini: kembali jatuh cinta! Rasanya? Weh, pasti kalian pun pernah mengalaminya bukan…</p>
<p style="text-align:right;">Makin kusadari, ternyata aku merasa cocok dengannya. Menarik? Sama sekali tidak memalukan. Cerdas? Itu pertimbangan utama. Cantik? Tentu saja. Paling tidak menurutku. Namun aku yakin pendapat umum pun akan setali tiga uang denganku.</p>
<p>Sepertinya hari-hariku selalu kuhabiskan dengannya. Selalu bersamanya. Amat jarang aku tak bersentuhan dengannya. Barangkali cuma mandi saja yang terputus kontak dengannya (kan nggak mungkin mandi sambil bawa <em>handphone</em>). Ya, kemana pun aku pergi, ia selalu menyertai hari-hariku.</p>
<p>Aku tahu, ada yang lebih cantik, lebih menarik, lebih cerdas, juga lebih seksi dari dirinya. Tapi ini soal kenyamanan. Bukan penilaian-penilaian umum yang belum tentu cocok pada setiap indvidu. Ya, nyaman. Aku merasa nyaman dengannya. Menghabiskan waktu dengannya serasa berarti dan tak ada waktu yang terbuang percuma.</p>
<p>Jujur mesti kuakui, pernah juga aku melirik-lirik pada yang lebih manis dibanding dia. Sekadar mengagumi barangkali. Tapi lagi-lagi aku teringat dia. Dia begitu setia. Tak cerewet. Tak membosankan. Juga tak <em>ngambekan</em>. Dan sama sekali tak pernah bikin aku repot hingga sebal. Kalau ada sedikit kemanjaan, ya wajarlah. Mungkin itu bentuk sayang juga.</p>
<p>Dengannya aku bisa bicara banyak. Menumpahkan segala apa yang kurasakan. Asal tahu saja, tidak pada setiap perempuan aku bisa bicara secara lepas dan terbuka. Ada saja sekat-sekat pembatas yang entah apa, yang kerap membuatku merasa tidak nyaman bersama seseorang. Tapi tidak dengan dirinya.</p>
<p>Hingga akhirnya aku luput mengucapkan terima kasih pada kesetiaannya selama ini. Bukan, bukan berarti tanpanya aku lantas aku tak bisa hidup. Tapi nyatanya dia begitu setia menemani. Baik di saat-saat bahagia, terlebih di saat berduka maupun kesepian. Ia selalu ada.</p>
<p><span id="more-1023"></span></p>
<p><img class="size-medium wp-image-1024 alignleft" title="Meja Kerja DM" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/meja-kerja-dm.jpg?w=225&#038;h=300" alt="Meja Kerja DM" width="225" height="300" /></p>
<p>Untuk itu, aku ingin mengucapkan terima kasih pada laptopku yang setia ini. Sudah setahun aku bersamanya. Jauh melebihi kebersamaan dengan manusia manapun di dunia ini dalam kurun satu tahun terakhir.</p>
<p>Untuk waktu-waktu ke depan, mungkin aku akan lebih apik merawatnya. Kasihan, nyaris 24 jam ia menyala. Betapa teganya aku. Padahal ada banyak alternatif untuk membuatnya lebih banyak istirahat dan digunakan pada waktu-waktu yang semestinya saja.</p>
<p>Semoga apa yang kuhasilkan di masa-masa mendatang akan jauh lebih berarti dan produktif dengan laptop ini.</p>
<p>Hei, benda apa yang begitu setia mendampingimu hingga kau begitu sayang padanya? <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bandung, 9 Juni 2009 | 02.36 wib</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://www.chrismadden.co.uk/yah/tunnel-of-love-cartoon.gif" target="_blank">Tunnel of Love</a></p>
<br />Posted in Catatan Harian  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/1023/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/1023/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/1023/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=1023&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/09/i-think-i%e2%80%99m-in-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/love.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">love</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/meja-kerja-dm.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Meja Kerja DM</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah Pesta Usai</title>
		<link>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/05/setelah-pesta-usai/</link>
		<comments>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/05/setelah-pesta-usai/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2009 20:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>DM</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekawicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penganyamkata.wordpress.com/?p=996</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terjadi setelah sebuah pesta selesai digelar? Ketika tikar digulung, ketika tetamu pulang kampung, dan sisa makanan telah dilarung? Apakah kehidupan kembali seperti sediakala? Adakah hanya menyisakan satu perbedaan: suasana? Seorang teman berulangkali berkata padaku: “Menikah itu mudah, Dan.” &#8230; <a href="http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/05/setelah-pesta-usai/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=996&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-999" title="party2" src="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/party2.jpg?w=200&#038;h=241" alt="party2" width="200" height="241" /></p>
<p>Apa yang terjadi setelah sebuah pesta selesai digelar? Ketika tikar digulung, ketika tetamu pulang kampung, dan sisa makanan telah dilarung? Apakah kehidupan kembali seperti sediakala? Adakah hanya menyisakan satu perbedaan: suasana?</p>
<p>Seorang teman berulangkali berkata padaku:<br />
“Menikah itu mudah, Dan.”<br />
“Lalu?”<br />
“Yang tidak mudah adalah satu hari setelah pesta pernikahan berlalu.”<br />
“Kenapa rupanya?”<br />
“Kau akan tau sendiri nanti.”</p>
<p>Ketika persiapan pemilu dirancang, sebagian orang gegap gempita menyambutnya. Kalau perlu seluruh jiwa raga disuguhkan sepenuhnya demi pemilu semata. Yang mengeluarkan kocek dan yang mendulang kocek saling berebut tempat.</p>
<p>Ketika hari H dan pengumuman pemenang dikumandangkan, suasana kehidupan bernegara kembali seperti biasa. Anak-anak pergi ke selolah, orang dewasa bekerja, jalanan tetap macet, dan pengemis tidak lantas surut.</p>
<p><span id="more-996"></span></p>
<p>Orang berkata: tujuan bukanlah utama. Yang utama adalah prosesnya. Namun ketika tujuan telah tercapai, adakah sebuah perbedaan di sana? Ataukah hanya menyisakan secuil perasaan serta suasana hati baru semata?</p>
<p>Orang-orang berpeluh rezeki di pinggiran hari. Mengharapkan satu petak tanah surga yang tak seorang pun pernah pergi ke sana dan menceritakan bagaiamana suasananya…</p>
<p>Bandung, 5 Juni 2009 | 03:23 wib</p>
<p>Ilustrasi: <a href="http://www.gnu.org/graphics/fsfsociety/party.jpg" target="_blank">party</a></p>
<br />Posted in Ekawicara  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penganyamkata.wordpress.com/996/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penganyamkata.wordpress.com/996/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penganyamkata.wordpress.com/996/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penganyamkata.wordpress.com/996/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/penganyamkata.wordpress.com/996/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/penganyamkata.wordpress.com/996/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/penganyamkata.wordpress.com/996/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/penganyamkata.wordpress.com/996/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penganyamkata.wordpress.com/996/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penganyamkata.wordpress.com/996/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penganyamkata.wordpress.com/996/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penganyamkata.wordpress.com/996/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penganyamkata.wordpress.com/996/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penganyamkata.wordpress.com/996/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penganyamkata.wordpress.com&amp;blog=999208&amp;post=996&amp;subd=penganyamkata&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penganyamkata.wordpress.com/2009/06/05/setelah-pesta-usai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/40ea3a99463da339b191fe4472fca8e2?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">DM</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penganyamkata.files.wordpress.com/2009/06/party2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">party2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
