
Aku rasa aku sedang jatuh cinta. Penting kah? Mungkin tidak untuk kalian. Tapi bisa jadi hal yang sangat berarti bagiku. Ya. Paling tidak ini yang kurasakan saat ini: kembali jatuh cinta! Rasanya? Weh, pasti kalian pun pernah mengalaminya bukan…
Makin kusadari, ternyata aku merasa cocok dengannya. Menarik? Sama sekali tidak memalukan. Cerdas? Itu pertimbangan utama. Cantik? Tentu saja. Paling tidak menurutku. Namun aku yakin pendapat umum pun akan setali tiga uang denganku.
Sepertinya hari-hariku selalu kuhabiskan dengannya. Selalu bersamanya. Amat jarang aku tak bersentuhan dengannya. Barangkali cuma mandi saja yang terputus kontak dengannya (kan nggak mungkin mandi sambil bawa handphone). Ya, kemana pun aku pergi, ia selalu menyertai hari-hariku.
Aku tahu, ada yang lebih cantik, lebih menarik, lebih cerdas, juga lebih seksi dari dirinya. Tapi ini soal kenyamanan. Bukan penilaian-penilaian umum yang belum tentu cocok pada setiap indvidu. Ya, nyaman. Aku merasa nyaman dengannya. Menghabiskan waktu dengannya serasa berarti dan tak ada waktu yang terbuang percuma.
Jujur mesti kuakui, pernah juga aku melirik-lirik pada yang lebih manis dibanding dia. Sekadar mengagumi barangkali. Tapi lagi-lagi aku teringat dia. Dia begitu setia. Tak cerewet. Tak membosankan. Juga tak ngambekan. Dan sama sekali tak pernah bikin aku repot hingga sebal. Kalau ada sedikit kemanjaan, ya wajarlah. Mungkin itu bentuk sayang juga.
Dengannya aku bisa bicara banyak. Menumpahkan segala apa yang kurasakan. Asal tahu saja, tidak pada setiap perempuan aku bisa bicara secara lepas dan terbuka. Ada saja sekat-sekat pembatas yang entah apa, yang kerap membuatku merasa tidak nyaman bersama seseorang. Tapi tidak dengan dirinya.
Hingga akhirnya aku luput mengucapkan terima kasih pada kesetiaannya selama ini. Bukan, bukan berarti tanpanya aku lantas aku tak bisa hidup. Tapi nyatanya dia begitu setia menemani. Baik di saat-saat bahagia, terlebih di saat berduka maupun kesepian. Ia selalu ada.

Untuk itu, aku ingin mengucapkan terima kasih pada laptopku yang setia ini. Sudah setahun aku bersamanya. Jauh melebihi kebersamaan dengan manusia manapun di dunia ini dalam kurun satu tahun terakhir.
Untuk waktu-waktu ke depan, mungkin aku akan lebih apik merawatnya. Kasihan, nyaris 24 jam ia menyala. Betapa teganya aku. Padahal ada banyak alternatif untuk membuatnya lebih banyak istirahat dan digunakan pada waktu-waktu yang semestinya saja.
Semoga apa yang kuhasilkan di masa-masa mendatang akan jauh lebih berarti dan produktif dengan laptop ini.
Hei, benda apa yang begitu setia mendampingimu hingga kau begitu sayang padanya?
Bandung, 9 Juni 2009 | 02.36 wib
Ilustrasi: Tunnel of Love


33 tanggapan so far ↓
Ikkyu_san // 9 Juni 2009 pada 04:50 |
Kan sudah kubilang…kalau kamu mencintainya, harus diberi istirahat juga supaya dia tidak ngambek, merajuk atau tiba-tiba menghilang dari pandangan. Kalau sampai dia menghilang dari pandangan, yang repot kamu juga kok.
(Jadi ingat “Spasi” Dee, Filosofi Kopi)
eh tapi sama sih, benda yang paling kusayangi sekarang ya laptopku usia 1,5 th. Aku juga akan reinstall desktopku spy laptopku bisa istirahat juga. Padahal aku skr lagi sibuk memindahkan foto2 ke HD 1TB ku sambil membuat folder yang lebih rapih.
ada satu lagi: camera Canon powershot G9. Kalau dia rusak wah repotlah keluarga Miyashita!
EM
prameswari // 9 Juni 2009 pada 05:11 |
Tentu saja pernah jatuh cinta
kalo gak boleh dibilang kejlongop
setidaknya itu yang dibilang banyak orang tentangnya
tak terhitung banyak waktu yang habis dengannya….selalu merasa dekat
bersamanya, selalu merasa nyaman
bersamanya, selalu merasa aman
pertimbangan fisik tentu yang pertama yang bikin lihat dirinya
putih, seksi, cukup meski pada beberapa tubuhnya terlihat kurang ideal, tak apalah
dan, yang bikin jatuh cinta…
adalah karena dia extraordinary
pintar, cerdas, bisa menghibur dengan kelucuannya, dengan kepandaiannya melagukan nyanyian kesukaanku
dan selalu ada pada saat-saat dibutuhkan
sesuatu yang dapat menemani sepanjang hidup. Dan sesekali dia menemani saat belanja, saat bekerja, saat sediy, saat begitu banyak kerjaan menanti, saat marah. Dia selalu siap menampung
Tapi yang bikin suka adalah bahwa dia bisa berpikir rasional, dan berlogika, selalu memandang masalah sesuai proporsinya.
sehingga gak ada acara ngambek yang gak perlu
dan masalah bisa diselesaikan dalam hitungan tak lebih dari sehari. Cukup simpel kan…
Pemikirannya seperti kebanyakan, tak lebih tak kurang…..teman yang asyik diajak diskusi, teman yang menarik dalam berhasrat, teman yang asyik buat jalan-jalan, teman yang menyenangkan buat siapa aja dengan sifat ingin tahu yang besar…
Hm…tak bisa membayangkan hidup tanpanya…
oh…internet…..
prameswari // 9 Juni 2009 pada 05:37 |
Jika mas Niel mencintainya…
perlakukan dia dengan semestinya…
dia punya hati
dia punya jiwa
dia adalah sosok yang lain dengan mas
so…jangan samakan dia dengan mas
justru mas yang harus memahaminya
itu jika benar mas jatuh cinta…..
ritmenya tak akan sama dengan mas
cara dia memandang masalah tak akan sama juga
pun ketika memaknai hidup….
Menyelami hati dan keinginannya pastilah sesuatu yang dibutuhkannya,….
setiap pasangan pasti ingin dimanja…
disaat-saat tertentu….
Toh waktunya untuk mas sepanjang hari
sepanjang waktu
dan tak pernah terputus…
kapanpun mas butuhkan, saat itu dia ada….
tanpa mas sadar, cintanya sedemikian besar buat mas……
dan jika mas benar jatuh cinta, pasti takkan berpaling…..
Do you really?….
prameswari // 9 Juni 2009 pada 06:05 |
oh ya belum ngucapin met ultah ke satu buat laptopnya
pasti lucu2nya sekarang
kadonya ntar De kirim ya…….
prameswari // 9 Juni 2009 pada 06:11 |
Mau komen lagi takut kebanyaken..
tapi kok ya gak tahan buat komen lagi…
itu fotonya…fotonya ngambilnya dari atas lemarikah mas Nielnot…..?
Ikkyu_san // 9 Juni 2009 pada 09:47 |
Loh… kamu ngga tahu pekerjaan sampingannya DM?
tukang ganti genting!!! Jadi jelas dari atas langit-langit dong hihihi.
EM
vizon // 9 Juni 2009 pada 09:05 |
ouw… ini menyinggung sangat diriku Dan…
seolah anyaman katamu kali ini ingin mengatakan: “makanya, laptop tu diistirahatkan Da, biar gak rusak LCD-nya”, gitu kan? hehehe…
sstt… mbak noenki kok curhat sih…? hehehe…
eh, mantap juga “gua hira’-mu” ya…
Jamal eL Ahdi // 9 Juni 2009 pada 09:31 |
Lah Mas …
diatas dijelaskan Handphone, kok dibawah jadi laptop.
apa sudah lain bahasan.
Ikkyu_san // 9 Juni 2009 pada 09:45 |
Sttt Mas Jamal…
DM kan sedang jatuh cinta pada dua benda… yaitu handphone dan laptop. Tidak bisa monogami… harus poligami hihiihi.
Dan ternyata aku pun begitu. dan mungkin semua manusia ya?
Oleh karena itu aku mendukung
PoligamiPoliandri!!!!EM
goenoeng // 9 Juni 2009 pada 09:52 |
poliandri, mbak ?
whalaaah…
goenoeng // 9 Juni 2009 pada 09:51 |
sebenarnya ada 3 bahasan, Mal.
ada handphone, ada perempuan, ada laptop.
bingung rak, awakmu ?
suryaden // 9 Juni 2009 pada 19:17 |
kesuwen, gek ditembung.. wahaha,… mosok takut kalo laptopnya ngambek..
merahjambu // 10 Juni 2009 pada 00:17 |
gw juga cinta buanget ma laptopQ
tak tau apa jadinya diriku bila dia ngambek, jangan ngambek yah laptopQ sayang.
wkwkwk
Muzda // 10 Juni 2009 pada 00:56 |
Laptop-mu perempuan tho, Mas …
Kompie-ku ini juga perempuan, makanya suka susah, kalo ngambek harus jambak-jambakkan dulu baru dia mo ngalah. Gak bisa dirayu.
boyin // 10 Juni 2009 pada 09:32 |
duile sayang bener ama laptopnya
Billy Koesoemadinata // 10 Juni 2009 pada 10:31 |
laptop saya juga udah setaun lebih tuh..
Hery Azwan // 10 Juni 2009 pada 15:21 |
Idem dito, bro…
HP istri pertama, laptop istri kedua, PC istri ketiga. Halah…
Eka Situmorang-Sir // 10 Juni 2009 pada 17:45 |
Tenyata dirimu mendua antara hape dan laptop ya mas
ck..ck..
Eka Situmorang-Sir // 10 Juni 2009 pada 17:46 |
btw lupa kasih tau, barang kesayangan gue si Lafly Blue ATOZ
yessymuchtar // 10 Juni 2009 pada 20:12 |
ouww blog yang ini masih idup…bilang donnn….lo gak pernah bilang-bilang lagi deh….udah gak sayang!?!??
*digetok Uni*
Myryani // 10 Juni 2009 pada 23:58 |
wah,,, benda kesayangan saya ya hengpong saya,,,
kemana2 selalu bersama,,,
Sawali Tuhusetya // 11 Juni 2009 pada 05:02 |
doh! sudah siap2 ikut menyambut dan menyongsong mas dan jatuh cinta. hmmm … sebentar lagi pasti ada undangan terbang ke pondokku. walah, lha kok jebul laptop, wakaka … ayo, mas dan, kapan? keke … jangan jatuh cinta sama laptop terus, haks!
dewi // 12 Juni 2009 pada 12:29 |
hidup laptop!!!
marshmallow // 12 Juni 2009 pada 21:46 |
jahh… goniel. tak pikir sedang ngomongin aku. hampir aku komentar: tell me something i don’t know dooong… huehehee… *dipentung*
aku juga cinta laptop dan internetku. sempat kupikir hidup tak bakal menarik *tsah!* tanpa keduanya. tapi ternyata aku keliru. buktinya dalam 4-5 hari belakangan aku praktis tidak bersentuhan dengan mereka, bahkan kehilangan ketertarikan. abis sedang tergokil-gokil dengan cinta yang lain: buku-buku yang bikin aku stay up very late, disregard and put most of other things behind. (am i lebay or what?)
paling juga sementara… mana bisa aku terus-terusan tanpa internet. gila apa?
yessymuchtar // 13 Juni 2009 pada 10:52 |
tell me somtthing i dont know??? hah!?!? berarti!! Uni?!?! DM!?!?
*mempertegas*
marsh // 13 Juni 2009 pada 11:12 |
dibahaaas… dibahaaas…
itu kan gaya-gayaan aku aja, yes.
namanya juga ini blog OOT.
kamu nggak bisa banget sih ngebedain becanda sama serius?
hakhakhak…
*beneran dipentung*
(ternyata kangen, euy, olok-olokan di blog si DM)
now if you’ll excuse me, darling…
hesra // 13 Juni 2009 pada 06:55 |
sek..sek.. ini ngobrolin apa tho Mas?
bener laptop?
kok ada handphone..perempuan..dan endingnya, laptop?
sekk…
p u a k // 13 Juni 2009 pada 23:30 |
oooo… laptop’e .. tak kirain beneran perempuan’e.
Dirayain gak nih, ultah laptopnya boss?.. traktirlah kalau gitu
morishige // 14 Juni 2009 pada 20:57 |
saya juga cinta sama komputer PC saya..
dan speaker simbadda..
tanti // 15 Juni 2009 pada 13:31 |
oo.. lagi jatuh cinta?
capa tuh namanya yang dijatuhi cinta?
*wink*
nh18 // 19 Juni 2009 pada 14:16 |
Hei, benda apa yang begitu setia mendampingimu hingga kau begitu sayang padanya?
None … !!!
nh18 // 19 Juni 2009 pada 14:16 |
sebab saya tidak jatuh cinta pada benda …
(huahahaha … dibahas panjang …)
nh18 // 19 Juni 2009 pada 14:17 |
c’mon …
don’t be too romatic … !
(maap … hetrik …)