Soliloquy

Jangan Naik Becak Bermotor

2 Juli 2009 · & Komentar

becak1

Jangan (Lagi-lagi jangan. Kayak zaman Orde Jangan saja!). Baiklah. Jangan terlampau terprovokasi dengan judul di atas. Tulisan ini hanya untuk mengolok-olok diriku sendiri atas pengalaman dua kali naik becak bermotor di kota Jogja, dan dua kali pula dibohongi. Begini ceritanya.

Di suatu siang yang panas, aku ingin sekali makan gudeg asli khas Jogja. Supaya tambah romantis, becak pun jadi pilihanku (di Bandung mana bisa naik becak). Setelah tawar-menawar harga, si tukang becak menyodorkan ongkos Rp10 ribu untuk jarak ke Jalan Wijilan. Rasanya itu harga yang pantas. Aku pun loncat ke atas becak. Aku tak mengira, rupanya becaknya becak bermotor. Baiklah.

Tak berapa lama sampailah di Jalan Wijilan. Begitu menyodorkan selembar Rp10 ribu, si tukang becak memprotes:
“Lima belas ribu, Mas.”
“Lho, tadi kan kesepakatannya sepuluh ribu, Pak?”
“Iya. Tapi kalau naik taksi aja berapa, Mas!” jawabnya tak ramah.

Mendapat jawaban seperti itu aku jadi kesal. Bukan kesal karena uang 5 ribu perak. Tapi lebih pada kesepakatan awal: ia telah melanggar perjanjian. Daripada ribut soal selembar uang lima ribu, akhirnya aku mengalah. Tapi dalam hati kejadian itu sedikit mengganggu pikiranku. Itu tak baik bagi kota wisata seperti Jogja.

Baca terus →

→ 34 CommentsKategori: Catatan Harian

The Moon Is Walking

1 Juli 2009 · & Komentar

Cukup lama aku baru bisa merawikan perasaanku atas meninggalkanya Michael Jackson dalam bentuk tulisan. Pentingkah? Mungkin tidak bagi banyak orang, tapi namanya juga blog, aku berhak menuliskan apa yang ingin kutuliskan bukan…

childhood
Sulit. Sangat sulit menerima kenyataan bahwa MJ telah meninggal. Apalagi kala kali pertama mendengar berita tersebut. Malam itu (seperti biasa) aku tertidur di depan laptop yang masih menyala di sebuah hotel di Jogjakarta. Pagi-pagi betul aku terbangun dan melihat di list YM hanya satu orang teman yang sedang online. Di sana ia menulis sebuah status: MJ died? Awalnya aku belum kaget. Tapi sudah bisa ditebak: aku langsung membuka berbagai situs berita internasional. Terutama CNN. Dari banyak situs berita yang memuat hal tersebut, aku jadi yakin: Michael Jackson betul telah meninggal dunia.

Bagaimana perasaanku? Sulit untuk menggambarkannya. Pilu, sedih, nestapa, gulana, dengan mata berkaca-kaca? Entahlah. Sudah sejak saat itu aku mendapatkan begitu banyak SMS, telpon, dan email ucapan duka cita dari berbagai teman dan sahabat. Seolah mereka tahu perasaanku. Mulai dari teman SD, teman SMP, teman SMA, teman kuliah, teman sepermainan, mantan pacar, keluarga, dan berbagai handai taulan. Semua seolah tahu: ada relasi nilai antara diriku dan MJ.

Baca terus →

→ 24 CommentsKategori: Opini

Gone Too Soon

26 Juni 2009 · & Komentar

gonetoosoon03

Like a comet
Blazing ‘cross the evening sky
Gone too soon

Like a rainbow
Fading in the twinkling of an eye
Gone too soon

Shiny and sparkly
And splendidly bright
Here one day
Gone one night

Like the loss of sunlight
On a cloudy afternoon
Gone too soon

Like a castle
Built upon a sandy beach
Gone too soon

Like a perfect flower
That is just beyond your reach
Gone too Soon

Born to amuse, to inspire, to delight
Here one day
Gone one night

Like a sunset
Dying with the rising of the moon
Gone too soon
Gone too soon

Baca terus →

→ 13 CommentsKategori: Laras